.
Publikasi ini hanya tersedia dalam bahasa Inggris.
.
Perluasan layanan keuangan digital mengubah cara usaha beroperasi di berbagai negara berkembang. Dengan menggunakan data survei Bank Indonesia tahun 2023 yang mencakup lebih dari 5.000 usaha, studi ini mengkaji peran digitalisasi keuangan dalam kinerja dan inovasi bisnis pada usaha ultramikro, mikro, dan kecil di Indonesia. Dengan menerapkan metode inverse probability weighting regression adjustment guna mengatasi bias akibat faktor perancu yang teramati, kami menemukan bahwa digitalisasi keuangan berhubungan positif dengan kinerja bisnis—khususnya pendapatan yang lebih tinggi, pertumbuhan penjualan, dan jumlah tenaga kerja yang lebih besar—serta inovasi bisnis yang mencakup perluasan pasar, diversifikasi produk, dan ekspor. Namun, digitalisasi keuangan juga berkaitan dengan biaya yang lebih tinggi, tanpa peningkatan laba yang signifikan dalam jangka pendek. Hubungan tersebut bervariasi menurut karakteristik usaha dan pemiliknya: usaha yang telah lebih lama beroperasi serta usaha di luar Jawa dan Bali menunjukkan peningkatan kinerja yang lebih besar, sementara usaha yang lebih baru dan usaha ultramikro menunjukkan respons inovasi yang lebih kuat. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan yang terarah untuk mengatasi kendala literasi digital, infrastruktur, dan regulasi guna mendukung transformasi digital yang inklusif bagi usaha ultramikro, mikro, dan kecil.


