SMERU Indonesia |
|
SMERU n Monitoring the Social Crisis in Indonesia n No. 12 / December 2000 |
|
| Previous | Back to Table of Content | Next | |
Lembaga Penelitian SMERU
The SMERU Research Institute
SMERU (Social Monitoring & Early Response Unit) grew out of a deep concern expressed by many Indonesians about the impact of the economic crisis on the well-being of many sections of Indonesian society. These concerns were also expressed at the July 1998 Consultative Group for Indonesia (CGI) meeting. In October 1998 the unit was established with a mandate to carry out independent, reliable, real-time monitoring of the social impact of the crisis unfolding in Indonesia. Up to now, SMERU's activities have been funded by several donor organizations, in particular AusAID, ASEM, and USAID, and with logistical and administrative support from the World Bank, but by the end of December 2000 SMERU's mandate from its stakeholders will come to an end. During the last 25 months SMERU has fulfilled its mandate by conducting numerous studies of the impact of the crisis on various social and economic aspects of the life of the Indonesian people, including poverty, labor markets, health, education, gender, and crime. It has also assessed the performance and impact of reform efforts with studies of emergency food relief programs such as OPK and OPSM, and other emergency Social Safety Net programs such as employment creation, health, and education. It has also conducted an extensive monitoring of the regional trade deregulation efforts, began a series of case studies of the decentralization and regional autonomy process, assisted community-based monitoring, and supported NGOs and other community organizations by providing information related to the Social Safety Net programs. SMERU studies have applied both qualitative and quantitative techniques, using both teams of researchers addressing specific topics or programs through field visits across the country and a data analysis unit to report quantitatively on these same issues. Our priority has been to provide reliable information to both the public and to policy makers so as to have an impact on improving the response to the crisis. This has been accomplished. Since its inception, SMERU has produced over 80 special reports, working papers, and field reports on a variety of topics, including a series of a studies of deregulation, decentralization and regional autonomy in 14 provinces of Indonesia. In addition SMERU has published regular issues of a newsletter conveying summaries of its own reports and other information about the crisis. We have worked hard to make our material as widely available as possible. Copies are sent to NGOs, government agencies, donors, and academic institutions, and are available free to the general public. The results of our work are also disseminated widely through the SMERU newsletters (with over 2,300 currently on the mailing list), and in seminars and workshops. In addition, all these publication and other information are available on the SMERU web-site (www.smeru.or.id) SMERU Research Institute While there are presently some signs that the very worst effects of the Indonesian economic crisis may be over, full recovery is far from assured. With the challenges facing Indonesian society in poverty reduction, improving the social sectors, democratization, and decentralization, there will continue to be a pressing need for independent studies of the kind that SMERU has been providing. The core group of existing staff intends to continue SMERU's existence as an independent institution for research and policy studies under the name of the SMERU Research Institute. Vision SMERU is a research institution which will provide accurate and timely information and objective analysis, professionally and proactively, on those social and economic problems which are considered most urgent and relevant for the people of Indonesia. Information and analysis provided by SMERU will contribute to widening the public policy dialogue about the solution to such problems. Mission
Divisions and Scope of Activities Commencing in January 2001, SMERU will aim to build on past achievements and continue to focus directly on applied policy research concerning social and poverty issues as its core function. SMERU will have four main divisions:
These four divisions will be responsible for major tasks, but in carrying out our research program, teams will be assembled that combine people across these boundaries (as well as across disciplinary and methodological divides). This will allow the SMERU Research Institute to reap the benefits of the synergies of a wide variety of approaches to the same underlying issues and topics. Publication and Outreach The SMERU Research Institute will be committed to researching social and economic issues that are relevant to the welfare of the Indonesian people. The goal is not research for its own sake, but information that can improve policy making and program design and ultimately benefit the lives of Indonesia's people. To achieve this, SMERU's research must be actively disseminated and we will continue to rely on a professional editor and an external affairs unit to assist in that effort. SMERU's publication and outreach program will include:
Researchers The strength of SMERU to date - and a strong reason for its continued existence - is that it has attracted highly qualified and professional staff that are committed to policy research that benefits the community. In addition, another strength of SMERU is that it has been assisted by internationally respected advisers in the design and implementation of various research activities, drawing on specialists in education, poverty measurement, program impact analysis, and labor markets from around the world. The SMERU Research Institute plans to continue that link so that the high quality of SMERU research continues to be acknowledged inside and outside Indonesia. The SMERU Research Institute has been formed under the auspices of the SMERU Foundation which was established by Notarial Document No: 2 of 12 June 2000, drawn up by Harun Kamil, SH. Notary Public in Jakarta. |
SMERU (Social Monitoring & Early Response Unit) lahir dari suatu keprihatinan mendalam beberapa warga Indonesia mengenai dampak krisis ekonomi terhadap kesejahteraan berbagai lapisan masyarakat Indonesia. Kepedulian tersebut juga terungkap dalam pertemuan CGI (Consultative Group for Indonesia) pada Juli 1998. Pada bulan Oktober 1998 SMERU didirikan dengan mandat sebagai suatu organisasi yang melakukan upaya pemantauan independen yang dapat diandalkan dan aktual atas dampak krisis yang sedang berlangsung di Indonesia. Selama ini kegiatan lembaga telah didukung oleh berbagai sumber, khususnya AusAID, ASEM, dan USAID, serta mendapat dukungan logistik dan administratif dari Bank Dunia, namun pada akhir Desember 2000 mandat yang diterima oleh SMERU dari stakeholdernya sudah akan berakhir. Dalam 25 bulan terakhir ini SMERU telah melaksanakan mandatnya dengan meneliti berbagai dampak krisis terhadap sejumlah aspek kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia, misalnya: masalah kemiskinan, pasar tenaga kerja, kesehatan, pendidikan, persoalan jender, kejahatan. Kami juga mengkaji kinerja dan dampak berbagai program penanggulangan krisis, seperti program penyediaan beras murah OPK dan OPSM, dan berbagai Program Jaring Pengaman Sosial seperti penciptaan lapangan kerja, kesehatan dan pendidikan. SMERU juga melakukan pemantauan deregulasi perdagangan regional, meneliti serangkaian studi kasus mengenai desentralisasi dan proses otonomi daerah, memfasilitasi pemantauan swadaya masyarakat, serta membantu LSM-LSM atau organisasi masyarakat lainnya dengan memberikan informasi yang berkaitan dengan program JPS. Dalam penelitiannya, SMERU telah menerapkan metode kuantitatif maupun kualitatif dengan menerjunkan tim peneliti ke berbagai pelosok negeri untuk memahami isu dan pelaksanaan program tertentu. Bersamaan dengan itu, unit analisis data menyajikan laporan analisis kuantitatif atas hal-hal yang kurang lebih sama. Prioritas kami adalah menyediakan informasi dini yang dapat diandalkan kepada masyarakat dan para pembuat kebijakan, agar dapat memperbaiki cara penanggulangan dampak krisis. Hingga saat ini SMERU telah menghasilkan lebih dari 80 laporan khusus, kertas kerja, laporan lapangan dampak krisis dengan beragam isu, dan termasuk serangkaian kajian tentang deregulasi perdagangan, desentralisasi dan otonomi daerah di 14 propinsi di Indonesia. Di samping itu, SMERU juga telah menerbitkan bulletin yang memuat ringkasan hasil kerja dan penelitian SMERU, serta informasi lain mengenai krisis. Kami berusaha keras agar hasil kajian kami dapat disebarluaskan. Laporan-laporan tersebut dikirim ke LSM, instansi pemerintah, pihak donor, serta perguruan tinggi, dan tersedia secara gratis bagi masyarakat umum. Hasil temuan kami juga disebarluaskan melalui seminar, lokakarya, dan Bulletin SMERU (saat ini dengan lebih dari 2.300 pelanggan). Untuk mempermudah akses, semua laporan dan informasi tersebut juga tersedia dalam versi on-line di web-site SMERU (www.smeru.or.id) Lembaga Penelitian SMERU Meskipun saat ini ada tanda-tanda bahwa dampak krisis yang terparah mulai berlalu, namun pemulihan sepenuhnya masih jauh. Melihat tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesia dalam mengatasi kemiskinan, memajukan sektor sosial, mengembangkan demokrasi, dan melaksanakan desentralisasi yang sangat memerlukan dukungan kajian independen sebagaimana yang dilakukan SMERU selama ini, maka para peneliti inti SMERU bertekad meneruskan keberadaan SMERU sebagai suatu lembaga independen yang mengkaji berbagai kebijakan publik, dengan nama Lembaga Penelitian SMERU. Visi Lembaga Penelitian SMERU adalah sebuah lembaga penelitian yang menyediakan informasi akurat dan tepat waktu dengan analisis obyektif, profesional, dan proaktif, mengenai berbagai masalah sosial ekonomi yang dianggap mendesak dan penting bagi rakyat Indonesia. Informasi dan analisis yang disediakan Lembaga Penelitian SMERU akan memberikan kontribusi dalam memperluas dialog kebijakan publik tentang pemecahan masalah-masalah terkait. Misi
Divisi dan Cakupan Kegiatan Mulai Januari 2001, Lembaga Penelitian SMERU akan memfokuskan diri pada penelitian kebijakan publik mengenai masalah sosial dan kemiskinan, didukung oleh empat divisi inti:
Keempat divisi tersebut bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas utama masing-masing, namun dalam melaksanakan program kajiannya setiap tim dapat digabung secara lintas batas (termasuk melintasi pembagian disiplin ilmu dan metodologi). Dengan demikian, Lembaga Penelitian SMERU dapat menarik manfaat dari penggabungan beberapa jenis pendekatan terhadap persoalan dasar dan isu tertentu secara bersamaan. Publikasi dan Penyebarluasan Tujuan Lembaga Penelitian SMERU tidak sekedar demi penelitian itu sendiri, melainkan penyediaan informasi yang dapat memperbaiki proses perumusan kebijakan dan perancangan program yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas hidup rakyat. Untuk itu, hasil penelitian SMERU akan disebarluaskan dengan mengandalkan bantuan editor profesional dan unit urusan luar untuk pemasarannya. Publikasi dan program penyebarluasan Lembaga Penelitian SMERU akan mencakup:
Tenaga Peneliti Kelebihan SMERU hingga saat ini - dan merupakan alasan kuat untuk mempertahankan keberadaannya- adalah bahwa lembaga ini telah didukung staf dengan kualifikasi tinggi dan profesional, serta mempunyai komitmen untuk meneliti kebijakan publik yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Kelebihan lainnya adalah bahwa lembaga ini mengembangkan berbagai kerjasama dengan para ahli internasional terkemuka dalam membuat disain dan melaksanakan berbagai kegiatan penelitian yang melibatkan ahli-ahli di bidang pendidikan, pengukuran tingkat kemiskinan, analisis dampak program, dan pasar tenaga kerja dari berbagai negara. Lembaga Penelitian SMERU berencana untuk meneruskan kerja-sama ini agar status SMERU sebagai lembaga penelitian yang berkualitas tinggi akan terus diakui di dalam maupun di luar Indonesia. Lembaga Penelitian SMERU berada di bawah naungan Yayasan SMERU yang didirikan dengan Akta Notaris tertanggal 12 Juni 2000 Nomor 2, oleh Kantor Notaris Harun Kamil, SH., di Jakarta. |