SMERU Indonesia |
|
SMERU n Monitoring the Social Crisis in Indonesia n No. 08 / September-November 1999 |
|
| SPOTLIGHT ON | Back to Table of Content | Next |
This is the first SMERU Newsletter to appear after a two-month absence. We apologize to our readers for the delay, but with a new editor on board we are intending to make amends in the near future with even better newsletters. In early December SMERU will be hosting two important events. On December 6, the Persepsi Daerah team will be reporting on the major findings arising from its numerous provincial surveys on the impact of the regional deregulation process. The following day a conference on ?Monitoring the Social Impact of the Crisis: Lessons Learned in 1999? will draw on the experience of a range of individuals and organisation who have been involved in tracking the crisis over the past twelve months. We hope to report on both these events shortly. Monitoring the effectiveness of the government?s set of emergency measures - the Social Safety Net Program - continues to be an important focus of SMERU?s work. We include here a summary of a recent SMERU Working Paper from our data analysis group which presents some key findings drawn from the ?100 Village Survey?. We also report on a recent SMERU visit to Sulawesi where the involvement of NGOs in the monitoring of these SSN programs was the prime topic of discussion. We need all to be concerned for the victims of the on-going crisis and here we highlight the human dimensions of the crisis with some brief accounts drawn from our field investigations among those directly affected by the closure or down-sizing of factories and business enterprises. There are now a variety of measures underway to as sist local communities and civil society recover from the crisis, and in particular to empower the poor and under privileged sections of society. In this edition we report on one such pilot project that has been moving ahead in Bandung, West Java, with assistance from SMERU. In the next issue we will report some of the key findings from our Crisis Impact teams recent appraisals of the impact of the crisis on health and education. n JM |
Setelah absen selama dua bulan, buletin SMERU hadir kembali. Kami mohon maaf kepada pembaca atas kelambatan terbitan kami, tetapi dengan kehadiran editor baru, kami bermaksud untuk segera membayar lunas hutang kami dengan terbitan-terbitan yang lebih menarik. Pada awal bulan Desember SMERU akan menyelenggarakan dua acara penting. Dalam seminar tanggal 6 Desember, Tim Persepsi Daerah melaporkan temuan-temuan pentingnya selama melakukan penelitian di berbagai propinsi mengenai dampak proses deregulasi. Pada hari berikutnya akan diselenggarakan konferensi dengan tema "Memantau Dampak Sosial Krisis: Pengalaman di Tahun 1999" untuk menarik pengalaman dari beberapa nara sumber dan organisasi yang telah terlibat dalam menelusuri apa yang terjadi selama krisis yang berlangsung dalam dua belas bulan terakhir ini. Kami akan segera melaporkan hasil kedua acara ini dalam waktu dekat. Sementara itu, pemantauan efektivitas beberapa tindakan penanggulangan darurat oleh pemerintah, yaitu program Jaring Pengaman Sosial (JPS), tetap menjadi fokus utama SMERU. Dalam edisi ini kami tampilkan ringkasan Kertas Kerja SMERU dari Tim Analisis Data mengenai temuan-temuan kunci yang disimpulkan dari hasil studi "Survei 100 Desa". Kami juga melaporkan kunjungan SMERU ke Sulawesi. Topik utama diskusi terutama sekitar keterlibatan LSM dalam pemantauan program JPS. Kita perlu peduli pada mereka yang telah menjadi korban krismon, dan karena itu kami tampilkan dimensi manusia selama krisis melanda melalui cuplikan singkat dari pengamatan lapangan mengenai mereka yang secara langsung terimpas oleh tutupnya dan penciutan pabrik-pabrik dan usaha-usaha dagang. Ada beberapa upaya yang sedang dilakukan untuk mendukung masyarakat lokal dan masyarakat madani dalam memulihkan dirinya setelah dilanda krisis, terutama untuk memberdayakan si miskin dan kelompok-kelompok kurang mampu. Edisi ini memuat tulisan mengenai suatu proyek rintisan di Bandung, Jawa Barat, yang sudah melangkah kedepan dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Proyek ini didukung oleh SMERU. Dalam edisi yang akan datang akan kami sajikan beberapa temuan penting terbaru Tim Dampak Krisis mengenai perkiraan dampak semasa krisis terhadap kesehatan dan pendidikan. n JM |