Studi Tematik Undang-Undang Desa Merancang Strategi dan Skenario Pendampingan di Desa


ABSTRAK

Studi kualitatif ini melihat aspek supply (ketersediaan) dan demand (kebutuhan) pendampingan, yaitu mengidentifikasi apa saja yang menjadi kebutuhan desa dalam hal pendampingan dan menelusuri sejauh mana ketersediaan pendamping di tingkat supradesa dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Mencocokkan supply dan demand dilakukan dengan cara mencocokkan RPJM Desa dan RPJMD, selain mencocokkan mimpi-mimpi kepala desa dengan peta ketersediaan pendamping di kabupaten. Secara umum, studi ini menemukan bahwa terdapat cukup banyak demand akan pendamping yang belum terpenuhi. Di sisi supply, belum terlihat ada strategi pendampingan yang jelas, baik bagi desa maupun warga desa. Program pemberdayaan di tingkat kabupaten masih didominasi dengan pembagian bantuan dan pelaksanaan pembangunan yang belum tentu terkoneksi dengan kebutuhan desa. Terkait pendamping, ada masalah dalam hal jumlah dan kualitasnya, terutama pendamping untuk kebutuhan yang “digariskan” oleh pemerintah supradesa seperti pendamping BUM Desa. Di sisi demand, kemampuan teknokratik pemdes perlu mendapat perhatian khusus karena hal ini akan sangat menentukan penjabaran strategi pembangunan bagi peningkatan kesejahteraan warga desa. Dalam mempertemukan supply dan demand, sinergi dan koordinasi menjadi sangat penting. Pelaksanaannya justru terjadi ketika para pendamping ikut serta dalam kegiatan perencanaan desa sebagai tahap paling penting dalam proses pembangunan desa. Kehadiran pendamping dalam perencanaan akan menjembatani kelangkaan informasi mengenai program dan pendampingan yang tersedia di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk cara-cara mengaksesnya. Pada saat yang sama, pendamping menjadi lebih mengerti tentang kebutuhan-kebutuhan spesifik desa.

Kata kunci: pendampingan desa, perencanaan desa, pemberdayaan masyarakat, UU Desa


Bagikan Postingan Ini