Ketertinggalan dalam Kemakmuran: Tantangan Kemiskinan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan


Abstrak

Tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) kontradiktif dengan pertumbuhan ekonomi dan produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita Pangkep yang merupakan salah satu tertinggi di Provinsi Sulawesi Selatan. Kondisi ini melatarbelakangi perlunya kajian untuk memahami kondisi kemiskinan di Pangkep dalam rangka mencari alternatif kebijakan pengurangan kemiskinan. Metodologi yang digunakan adalah memadukan analisis deskriptif terhadap sejumlah data sekunder mengenai kondisi kemiskinan di Pangkep dengan analisis data kualitatif terhadap data primer yang diperoleh dari wawancara dan diskusi dengan berbagai pihak di Pangkep. Kajian ini menemukan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Pangkep terutama berasal dari kontribusi industri pengolahan, khususnya semen. Sementara sumber penghidupan mayoritas penduduk adalah sektor pertanian yang memberikan rata-rata upah paling sedikit dibandingkan sektor kerja lainnya. Pendidikan mayoritas penduduk Pangkep, termasuk kelompok miskin dan rentan terkategori rendah, sehingga tidak dapat bekerja pada sektor industri dan jasa yang tumbuh seiring dengan pertumbuhan industri semen. Kendati partisipasi kerja perempuan terus meningkat namun masih tetap lebih rendah dibandingkan laki-laki. Perempuan keluar dari angkatan kerja terutama karena mengurus rumah tangga dan sebagian kecil karena pendidikan. Kondisi ini berkebalikan dengan laki-laki. Pangkep juga dihadapkan pada persoalan pengangguran pada kelompok usia muda yang kendati tingkat pendidikannya sudah lebih meningkat namun masih belum mampu bersaing dalam dunia kerja. Beberapa upaya telah dilakukan pemerintah dan non pemerintah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat namun masih dihadapkan pada kendala teknis maupun non teknis. Kajian ini merekomendasikan beberapa upaya pengurangan kemiskinan dalam jangka panjang, menengah dan pendek, diantaranya melalui perbaikan kualitas sumber daya manusia dan kualitas lingkungan hidup, penciptaan lapangan kerja, regulasi afirmatif untuk penanggulangan kemiskinan serta keterpaduan antara program bantuan sosial dan peningkatan pendapatan.

Kata kunci: pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, pengangguran kelompok muda, partisipasi kerja perempuan, kualitas sumber daya manusia


Bagikan Postingan Ini