Ketertinggalan dalam Kemakmuran: Tantangan Kemiskinan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan

Widjajanti Isdijoso, Mayang Rizky, Veto Tyas Indrio, Ana Rosidha Tamyis
Kebijakan Ekonomi, Kemiskinan & Ketimpangan
Sulawesi Selatan
Laporan Penelitian, January, 2021, Final
Unduh


Abstrak

Tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) kontradiktif dengan fakta bahwa pertumbuhan ekonomi dan produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita kabupaten ini merupakan salah satu yang tertinggi di Provinsi Sulawesi Selatan. Oleh karena itu, kajian ini dilakukan untuk memahami kondisi kemiskinan di Kabupaten Pangkep dalam rangka mencari alternatif kebijakan penanggulangan kemiskinan. Kajian ini menggunakan metodologi gabungan, yaitu analisis deskriptif terhadap sejumlah data sekunder dan analisis data kualitatif terhadap data primer yang diperoleh dari wawancara dan diskusi dengan berbagai pihak di Kabupaten Pangkep. Kajian ini menemukan bahwa kontributor terbesar tingginya pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pangkep adalah industri pengolahan, khususnya industri semen. Sumber penghidupan mayoritas penduduk di kabupaten ini berasal dari sektor pertanian yang memberikan upah rata-rata paling kecil di antara semua sektor usaha. Tingkat pendidikan mayoritas penduduk, termasuk kelompok miskin dan rentan, tergolong rendah sehingga mereka tidak dapat bekerja di sektor industri dan jasa yang tumbuh seiring dengan pertumbuhan industri semen. Kendati terus meningkat, angka partisipasi kerja perempuan lebih rendah daripada angka partisipasi kerja laki-laki. Sebagian besar perempuan keluar dari angkatan kerja karena mengurus rumah tangga dan sebagian kecil lainnya karena melanjutkan pendidikan. Kondisi sebaliknya terjadi pada laki-laki. Kabupaten Pangkep juga dihadapkan pada pengangguran kelompok usia muda. Meski tingkat pendidikan mereka meningkat, mereka belum mampu bersaing dalam dunia kerja. Kajian ini merekomendasikan beberapa upaya pengurangan kemiskinan dalam jangka panjang, menengah, dan pendek yang mencakup perbaikan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan lingkungan hidup, serta penciptaan lapangan kerja, regulasi afirmatif untuk penanggulangan kemiskinan, dan keterpaduan program bantuan sosial dengan program peningkatan pendapatan masyarakat.

Kata kunci: pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, pengangguran kelompok pemuda, partisipasi kerja perempuan, kualitas SDM


Bagikan Postingan Ini