INOVASI: Studi Diagnostik tentang Pendidikan di Daerah di Indonesia

Widjajanti Isdijoso , Nina Toyamah , Syaikhu Usman, Akhmadi , Hastuti , Valentina Y. D. Utari, Rachma Indah Nurbani, Ruhmaniyati , Asep Kurniawan, Heni Kurniasih
2016

Mitra Kerja

Mitra kerja teknis :

INOVASI-The Palladium Group

 

Mitra pendanaan :

This study is funded by DFAT

 
 

Gambaran dan Perkembangan

Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan bukti tentang berbagai strategi dan kondisi di dalam sistem pendidikan lokal yang bisa meningkatkan hasil belajar siswa. 

 

Deskripsi
Pemerintah Indonesia yang diwakili Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Republik Indonesia dan Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia bersepakat untuk menggagas Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI). Program ini dijalankan selama empat tahun dengan tujuan untuk mengembangkan dan melaksanakan beberapa penelitian dan program pilot yang berorientasi aksi demi menjawab pertanyaan besar: Apa strategi yang tepat untuk meningkatkan hasil belajar siswa di Indonesia?” 

Pada tahap awal program, INOVASI dibantu oleh The SMERU Research Institute mengadakan survei diagnosis (District Diagnostic Survey) tentang sistem pendidikan di wilayah studi. Survei ini bertujuan untuk (i) memahami konteks sosial politik dan ekonomi yang melingkupi ekosistem pendidikan tersebut, (ii) mengidentifikasi segenap pemangku kepentingan serta kepentingan dan pengaruh mereka di ekosistem pendidikan tersebut, dan (iii) mengidentifikasi reformasi dan inovasi kebijakan di sektor pendidikan dan sektor-sektor lain yang memengaruhi hasil belajar siswa serta mempelajari sejarah diterapkannya beberapa inovasi kebijakan utama, khususnya yang terkait masalah literasi dan numerasi di tingkat pendidikan dasar.

Studi ini menemukan bahwa masalah utama di dalam proses pemelajaran berhubungan dengan manajemen dan kualitas guru (guru tetap), yaitu rendahnya kualitas guru, ketidakmerataan distribusi guru, kurangnya jumlah guru, lemahnya sistem rekrutmen guru, kurangnya pelatihan guru, rendahnya motivasi guru, lemahnya pengawasan, dan kuatnya kepentingan politik daerah. Inovasi dalam pembelajaran telah dilakukan di semua daerah dalam jumlah dan jenis yang beragam, namun pada umumnya tidak ditujukan untuk memperbaiki kualitas manajemen dan kualitas guru demi memperbaiki sistem pembelajaran. 

 

Area Penelitian

Studi ini dilakukan di enam kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai mitra lokal pertama untuk Program INOVASI, yaitu: Lombok Tengah, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, dan Bima.

 

Metode Penelitian dan Data

Survei ini mengadopsi pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui kombinasi penelaahan dokumen, wawancara, dan FGD bersama orang-orang atau kelompok-kelompok yang dipilih dari daftar yang telah dibuat sebelumnya atau didapat melalui metode bola salju. Metode kombinasi ini bertujuan untuk mendapat gambaran yang lebih baik tentang kompleksitas ekosistem pembelajaran dan pengaruh sosial-politik-ekonomi dalam membentuk kebijakan yang berdampak pada kualitas pembelajaran di tingkat kabupaten, tingkat satuan pendidikan (sekolah), dan tingkat masyarakat. Selain itu, teknik pengambilan sampel bola salju digunakan karena konteks kelembagaan lokal  (formal dan informal) yang bervariasi sehingga menyulitkan untuk diidentifikasi sebelum melakukan studi lapangan.

 

Diseminasi

Temuan awal dari studi ini telah dipresentasikan di beberapa agenda, seperti: 

  • Presentasi temuan penelitian berjudul “Studi Diagnostik Pembelajaran Pendidikan Dasar di 6 Kabupaten Mitra Inovasi di Provinsi NTB” oleh Syaikhu Usman di Kantor Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 14 September 2016 di Jakarta.

 


Bagikan Postingan Ini