Diseminasi Indeks Pembangunan Ekonomi Inklusif Provinsi Sulawesi Selatan

Pembicara:
Dr. Asep Suryahadi
Athia Yumna, M.Sc
Dr. Agussalim, SE, MS.
Nasuad Tawang, SH, M.Si
Deskripsi:

Pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan telah menjadi agenda utama pembangunan ekonomi Indonesia yang secara resmi tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional lima tahun ke depan (RPJMN 2020-2024). Di Indonesia sendiri, pembentukan Indeks Pembangunan Ekonomi Inklusif (IPEI) yang dilakukan oleh Bappenas sejak 2017 telah berhasil didisagregasikan hingga ke tingkat kabupaten/kota pada 2019. Indonesia dengan luas wilayah yang besar tentu memiliki karakteristik yang berbeda antar-daerahnya. Dengan karakteristik daerah dan wilayah yang beragam, permasalahan dan tantangan pembangunan setiap daerahnya juga sudah tentu berbeda sehingga prioritas pembangunan untuk membentuk kebijakan setiap daerah tidak bisa diseragamkan. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi di suatu wilayah tidak menjamin inklusivitas pembangunan yang tinggi. Keberagaman dinamika pertumbuhan ekonomi, kemiskinan dan ketimpangan, serta akses dan kesempatan yang semakin kompleks dan berbeda-beda antardaerah menuntut kebijakan dan peranan yang lebih besar dari para pemangku kepentingan di daerah.

Mengukur tingkat inklusivitas menggunakan Indeks Pembangunan Ekonomi Inklusif, Sulawesi Selatan tercatat mendapat angka lebih tinggi dari angka indeks inklusif Indonesia pada 2017. Angka ini meningkat pada 2018. Peningkatan ini ditopang dengan tren laju pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang selalu lebih tinggi dibanding nasional di hampir semua sektor. Meskipun angka kemiskinan berada di bawah nasional, namun laju penurunannya lebih lambat. Perekonomian Sulawesi Selatan mengalami transformasi dari dominasi sektor pertanian ke sektor jasa tetapi peralihan tenaga kerjanya lebih lamban dibandingkan perkembangan PDRB-nya. Selain itu, ketimpangan tinggi yang terjadi di Sulawesi Selatan lebih banyak disumbang oleh ketimpangan di dalam wilayah/sektor dibanding antarwilayah/sektor. Berdasarkan latar belakang tersebut SMERU, yang bekerja sama dengan Bappenas, menyelenggarakan diseminasi indeks ekonomi inklusif di Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan ini diadakan dengan dukungan Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan mengingat pemerintah daerah memiliki peran yang sangat penting dalam proses perencanaan dan pengimplementasian kebijakan pembangunan.

Waktu: Selasa, February 11, 2020 , 09:00 - 12.00 (GMT+8)
Tempat:
Aston Makassar Hotel & Convention Center, Jl. Sultan Hasanuddin No.10, Baru, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan

Bagikan Postingan Ini