Dampak Bantuan Langsung Tunai terhadap Perilaku: Bukti dari Indonesia

Ridho Al Izzati , Daniel Suryadarma, Asep Suryahadi
Kemiskinan & Ketimpangan, Perlindungan Sosial
Indonesia
Kertas Kerja, December, 2020, Final
Unduh


Tersedia hanya dalam Bahasa Inggris

ABSTRAK

Kebergantungan pada program bantuan tunai, entah program penghasilan dasar universal (universal basic income/UBI), bantuan tunai bersyarat, ataupun bantuan langsung tunai, dapat menimbulkan dampak perilaku yang tak diinginkan di kalangan penerimanya. Di antara dampak buruk tersebut adalah menurunnya partisipasi pada pasar tenaga kerja, menurunnya aktivitas ekonomi, berkurangnya asuransi atau tabungan, atau meningkatnya perilaku kesehatan berisiko, seperti merokok. Kami mengestimasi dampak dari menerima bantuan langsung tunai terhadap perilaku individu. Program bantuan langsung tunai yang menyasar rumah tangga miskin di Indonesia dimulai pada 2005. Dengan jumlah penerima mencapai 15,5 juta rumah tangga, program ini masih menjadi salah satu program bantuan tunai terbesar di dunia. Kami menggunakan set data longitudinal tingkat rumah tangga dari tiga gelombang Survei Aspek Kehidupan Rumah Tangga Indonesia (Sakerti). Untuk mengidentifikasi hubungan kausalnya, kami menerapkan metode coarsened exact matching (CEM) untuk mencapai keseimbangan pada karakteristik penerima dan nonpenerima pada tahun baseline sebelum program bantuan tunai tersebut dilaksanakan. Kami kemudian mengestimasi spesifikasi difference-in-differences (DID) untuk meniadakan heterogenitas tak teramati dan tak berubah antarwaktu (time-invariant unobserved heterogeneity). Kami tidak menemukan bukti bahwa menerima program bantuan langsung tunai mengubah status pekerjaan atau jam kerja penerimanya. Kami juga tidak menemukan dampak signifikan terhadap perilaku berisiko, seperti perilaku merokok; pembelian asuransi; preferensi risiko atau waktu; atau perilaku terkait kesehatan. Secara umum, kami tidak menemukan bukti bahwa program bantuan langsung tunai ini menimbulkan perilaku yang tak diinginkan atau perilaku berisiko.

Kata kunci: bantuan tunai, dampak terhadap perilaku, keluaran pasar tenaga kerja, kemiskinan, Indonesia


Bagikan Postingan Ini