Berita Duka

Min, 03/15/2015

 

 

 

 

 

 

 

 

Dr. Zohra Andi Baso, anggota Pembina Yayasan SMERU, tutup usia pada Minggu malam, 15 Maret 2015, di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin, Makassar, karena penyakit paru-paru yang telah lama diidapnya.

Lahir di Labakkang, Sulawesi Selatan, pada 17 April 1952, Kak Zohra—demikian ia lebih suka disapa—adalah pemelihara pluralisme dan seorang yang tidak pernah mau tunduk kepada kelompok kepentingan tertentu. Jiwanya yang kritis mendorongnya aktif dalam gerakan organisasi masyarakat sipil. Ia bahkan menjadi inisiator pendirian organisasi kemahasiswaan, jurnalis, perempuan, kemasyarakatan, dan politik.

Melalui berbagai organisasi itu, ia selalu menyuarakan kepentingan perempuan, anak-anak, dan masyarakat yang termarjinalkan. Perjuangannya membangun gerakan melalui organisasi membuatnya meninggalkan ketokohannya sebagai bagian dari keluarga bangsawan.  Baginya perubahan hanya bisa dicapai melalui gerakan yang terorganisasi, bukan oleh tokoh. Berkaitan dengan hal ini, ia juga menyadari betapa pentingnya peran pengetahuan dan penelitian dalam upaya mencapai perubahan.

Berbagai hal yang ia perjuangkan selaras dengan nilai yang dianut dan diperjuangkan SMERU. Dengan latar belakang itu, dapat dimaklumi kalau ia merasa tidak perlu lagi banyak bicara dalam pertemuan-pertemuan Pembina Yayasan SMERU. Bagi Kak Zohra, arah kegiatan SMERU yang konsisten pada penelitian turut mendukung perjuangan dan citacitanya. Kini, Kak Zohra telah tiada.

Hanya kenangan manis yang dapat kami simpan dalam sanubari kami serta doa keselamatan yang dapat kami panjatkan kepada-Nya untuk Kak Zohra. Selamat jalan, Kak Zohra. Semoga Kakak tenteram di sisi-Nya. Amin.


Bagikan Postingan Ini