Seminar Nasional: Berbagi Hasil Penelitian Sosial-Ekonomi LP2M dan SMERU

Speaker: 
Sudarno Sumarto
Dwia Aries Tina Pulubuhu
Marzuki
Laode Asrul
Asep Suryahadi
Athia Yumna
Agussalim
Ana Rosidha Tamyis
Darmawan Salman
Date: 
Wednesday, May 9, 2018
Time: 
09:00 - 16:00 (WITA)
Venue: 
Gedung IPTEKS, Universitas Hasanuddin Makassar
Contact Name: 
Ratri Indah Septiana
Contact Email: 
rseptiana@smeru.or.id

Video Documentation:

 

Sebagai bagian dari rangkaian Forum Pembangunan Daerah, pada tanggal 9 Mei 2018 SMERU bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin dan BaKTI menyelenggarakan kegiatan Seminar Nasional: berbagi hasil penelitian sosial-ekonomi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin dan the SMERU Research Institute. Acara ini secara umum bertujuan untuk mengkonsolidasikan berbagai hasil penelitian sosial-ekonomi yang terkait dengan isu pengurangan kemiskinan dan ketimpangan, dan pembangunan daerah secara umum, serta meningkatkan pemanfaatan hasil-hasil penelitian dalam penyusunan kebijakan publik, khususnya dalam upaya mengurangi kemiskinan dan ketimpangan.

Kegiatan seminar nasional ini dihadiri oleh pemangku kepentingan di ruang lingkup akademik, pemerintah daerah, lembaga donor, lembaga non-pemerintah, lembaga penelitian, praktisi, pakar serta pemangku kepentingan di Sulawesi Selatan, khususnya Makassar dan di lokasi-lokasi penelitian SMERU.

Seminar dimulai dengan sesi pleno untuk pembukaan dan pidato kunci oleh Dr. Sudarno Sumarto (Penasihat Kebijakan TNP2K) dengan tema “Peningkatan Kualitas Penelitian untuk Penyusunan Kebijakan Publik”, selanjutnya seminar dibagi menjadi 2 sesi presentasi dimana setiap sesi menyajikan dan membahas penelitian dengan topik “Pembangunan Perdesaan” dan “Ketimpangan Ekonomi”.

Selain itu, dalam kegiatan ini juga terdapat pameran poster, foto dan pemutaran video hasil penelitian SMERU. Melalui pameran ini diharapkan terjalin interaksi antara peserta dan peneliti SMERU sehingga kedua belah pihak dapat berdiskusi dan menggali pengalaman dalam isu-isu kebijakan publik.